Memahami Kurikulum Sekolah Al-Karim: Pendidikan Agama yang Holistik


Memahami Kurikulum Sekolah Al-Karim: Pendidikan Agama yang Holistik

Pendidikan agama merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian seorang individu. Oleh karena itu, memahami kurikulum sekolah Al-Karim yang menekankan pendidikan agama yang holistik sangatlah penting.

Kurikulum sekolah Al-Karim didesain untuk memberikan pendidikan agama yang komprehensif, mulai dari pemahaman terhadap ajaran agama hingga penerapan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar tentang agama secara teoritis, tetapi juga diajarkan untuk mengimplementasikan ajaran tersebut dalam kehidupan mereka.

Menurut Dr. H. Asep Saepudin, M.Pd., seorang pakar pendidikan agama, pendidikan agama yang holistik harus mencakup tiga dimensi, yaitu dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dimensi kognitif berkaitan dengan pemahaman terhadap ajaran agama, dimensi afektif berkaitan dengan penghayatan dan pengamalan ajaran tersebut, sedangkan dimensi psikomotorik berkaitan dengan kemampuan untuk mengaplikasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kurikulum sekolah Al-Karim, ketiga dimensi tersebut menjadi fokus utama dalam proses pembelajaran. Siswa tidak hanya diajarkan untuk menghafal ayat-ayat suci atau doa-doa, tetapi juga diajarkan untuk memahami maknanya dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya menjadi hulusi dalam menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi insan yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam implementasinya, kurikulum sekolah Al-Karim juga mengedepankan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada kearifan lokal dan budaya Islam. Menurut Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pendidikan agama yang holistik harus mengakomodasi nilai-nilai lokal dan budaya serta mengaitkannya dengan ajaran agama. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar tentang ajaran agama secara universal, tetapi juga belajar bagaimana menerapkan ajaran tersebut dalam konteks budaya dan kehidupan sehari-hari.

Dengan memahami kurikulum sekolah Al-Karim yang menekankan pendidikan agama yang holistik, diharapkan siswa dapat menjadi insan yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia. Pendidikan agama yang holistik akan membantu siswa dalam membentuk karakter dan kepribadian yang kuat serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.